Jumat, 24 Februari 2012

Sistem khilafah di Indonesia

Sistem khilafah 
Sistem Khilafah Islam adalah sistem yang tiranik. Ada dua alasan utama yang digunakan sebagai dasar kritikan atau lebih tepatnya tuduhan itu, yakni Pertama sistem ini dikatakan menganut prinsip  kedaulatan di tangan Tuhan, dan Kedua, dalam sistem ini tidak ada trias politika (pembagian kekuasaan). Dalam kritik itu tampaknya telah menggunakan argumentasi-argumentasi  yang sering digunakan untuk menolak  system teokrasi yang pernah berkembang di Barat di abad kegelapan. Sistem teokrasi yang pernah diterapkan di Eropa pada masa kegelapan memang ianggap sebagai sistem tiranik yang terbukti telah membawa bencana bagi anusia. Para kritikus yang sekaligus pemikir pada saat itu melihat bahwa angkal persoalannya  terletak pada   sistem teokrasi yang menyerahkan kedaulatan di tangan Tuhan. Bila raja dianggap wakil Tuhan di muka bumi, maka  kata-kata, keputusan, kebijakan, dan aturan yang ditetapkan oleh Raja adalah otomatis merupakan kata-kata Tuhan. Karena kata-kata Tuhan, maka keputusan raja tidak pernah (boleh) keliru. Dari sini muncul slogan yang populer pada saat itu "The king can do no wrong", Raja tidak pernah keliru. Hal ini tentu saja menutup pintu kritik, karena raja selalu menganggap dirinya atau dianggap selalu benar. Ketiadaan kritik inilah yang kemudian membuat raja berpeluang besar menjadi tirani, karena apa pun keputusan  yang dia ambil akan selalu dianggap benar dan karenanya wajib dituruti.Persoalan kedua yang dianggap sebagai pangkal bencana dari sistem ini adalah ketiadaan pembagian kekuasaan (sharing  of power). Pada diri raja terdapat tiga kekuasaan sekaligus, yakni kekuasan membuat hokum (legislatif), kekuasaan menjalankan hukum atau pemerintahan (eksekutif) dan sekaligus fungsi pengadilan (yudikatif). Kekuasaan absolut yang dimiliki oleh raja karena memegang tiga kekuasaan sekaligus inilah  kemudian mendorong  dirinya menjadi diktator tunggal yang tiranik. Sistem Khilafah tentu saja sangat berbeda dengan sistem teokrasi yang dijelaskan di atas. Syekh Taqiyuddin an Nabhani, pendiri Hizbut Tahrir, dalam kitabnya Nidhamul hukmi fi al Islam (sistem pemerintah Islam) memberikan gambaran yang jernih tentang perbedaan antara sistem khilafah dan sistem teokrasi. Sistem khilafah sebagai sistem pemerintahan Islam, membedakan antara kedaulatan (al-siayadah) dan kekuasaan (al-sultan). Dalam sistem khilafah, kedaulatan  (al-siyadah) memang ditangan syaari' (pembuat hukum, yakni Allah SWT), namun kekuasaan (al-sultan) tetaplah di tangan rakyat. Berbicara tentang kedaulatan  berarti berhubungan dengan siapa yang berhak membuat hukum atau siapa yang menjadi sumber hukum (source of legislation). Dalam Islam yang menjadi sumber hukum  adalah  Allah SWT yang telah menurunkan Al Qur'an dan as Sunnah guna mengatur kehidupan manusia.Adanya  kewajiban untuk mengkoreksi penguasa  (khalifah) ini jelas menunjukkan pengakuan tentang adanya peluang khalifah  untuk berbuat salah sekaligus menunjukkan kata-kata khalifah  tidaklah otomatis benar. Sehingga anggapan khalifah  tidak boleh dikritik adalah keliru. Inilah hal mendasar yang membedakan sistem khilafah dengan sistem teokrasi, dimana kata-kata raja dianggap otomatis kata-kata Tuhan.

Selasa, 21 Februari 2012

SEJARAH KAB. BREBES

Sejarah
Ada beberapa pendapat mengenai asal - usul nama Brebes yang di antaranya berasal dari kata di antaranya Brebes berasal dari kata "Bara" dan "Basah", bara berarti hamparan tanah luas dan basah berarti banyak mengandung air. Keduanya cocok dengan keadaan daerah Brebes yang merupakan dataran luas yang berair.Karena perkataan bara di ucapkan bere sedangkan basah di ucapkan besah maka untuk mudahnya di ucapkan Brebes. Dalam Bahasa Jawa perkataan Brebes atau mrebes berarti tansah metu banyune yang berarti selalu keluar airnya.
Nama Brebes muncul sejak zaman Mataram. Kota ini berderet dengan kota-kota tepi pantai lainnya seperti Pekalongan, Pemalang ,dan Tegal. Brebes pada saat itu merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Tegal.
Pada tanggal 17 Januari 1678 di Jepara diadakan pertemuan Adipati Kerajaan Mataram se Jawa Tengah, termasuk Arya Martalaya, Adipati Tegal dan Arya Martapura, Adipati Jepara. Karena tidak setuju dengan acara penandatanganan naskah kerjasama antara Amangkurat Admiral dengan Belanda terutama dalam menumpas pemberontakan Trunajaya dengan imbalan tanah-tanah milik Kerajaan Mataram, maka terjadi perang tanding antara kedua adipati tersebut. Peristiwa berdarah ini merupakan awal mula terjadinya Kabupaten Brebes dengan Bupati berwenang .Sehari setelah peristiwa berdarah tersebut yaitu tanggal 18 Januari 1678, Sri Amangkurat II yang berada di Jepara mengangkat beberapa Adipati/ Bupati sebagai pengagganti Adipati-adipati yang gugur. Untuk kabupaten Brebes di jadikan kabupaten mandiri dengan adipati Arya Suralaya yang merupakan adik dari Arya Martalaya. Pengangkatan Arya Suralaya sekaligus titimangsa pemecahan Kadipaten Tegal menjadi dua bagian yaitu Timur tetap di sebut Kadipaten Tegal dan bagian barat di sebut Kabupaten Brebes.

Geografis
Kabupaten Brebes terletak di bagian Utara paling Barat Provinsi Jawa Tengah, di antara koordinat 108° 41'37,7" - 109° 11'28,92" Bujur Timur dan 6° 44'56'5" - 7° 20'51,48 Lintang Selatan dan berbatasan langsung dengan wilayah Provinsi Jawa Barat. Penduduk Kabupaten Brebes mayoritas menggunakan bahasa Jawa yang yang mempunyai ciri khas yang tidak dimiliki oleh daerah lain, biasanya disebut dengan Bahasa Jawa Brebes. Namun terdapat Kenyataan pula bahwa sebagian penduduk Kabupaten Brebes juga bertutur dalam bahasa Sunda dan banyak nama tempat yang dinamai dengan bahasa Sunda menunjukan bahwa pada masa lalu wilayah ini adalah bagian dari wilayah Sunda. Daerah yang masyarakatnya sebagian besar menggunakan bahasa Sunda atau biasa disebut dengan Bahasa Sunda Brebes, adalah meliputi Kecamatan Salem,Banjarharjo,dan Bantarkawung, dan sebagian lagi ada di beberapa desa di Kecamatan Losari,Tanjung,Kersana,Ketanggungan dan Larangan.
Berdasarkan naskah kuno primer Bujangga Manik (yang menceriterakan perjalanan Prabu Bujangga Manik, seorang pendeta Hindu Sunda yang mengunjungi tempat-tempat suci agama Hindu di pulau Jawa dan Bali pada awal abad ke-16), yang saat ini disimpan pada Perpustakaan Boedlian, Oxford University, Inggris sejak tahun 1627, batas Kerajaan Sunda di sebelah timur adalah Ci Pamali (sekarang disebut sebagai Kali Brebes atau Kali Pemali yang melintasi pusat kota Brebes) dan Ci Serayu (yang saat ini disebut Kali Serayu) di Provinsi Jawa Tengah.
Ibukota kabupaten Brebes terletak di bagian timur laut wilayah kabupaten. Kota Brebes bersebelahan dengan Kota Tegal, sehingga kedua kota ini dapat dikatakan "menyatu".
Brebes merupakan kabupaten yang cukup luas di Provinsi Jawa Tengah. Sebagian besar wilayahnya adalah dataran rendah. Bagian barat daya merupakan dataran tinggi (dengan puncaknya Gunung Pojoktiga dan Gunung Kumbang), sedangkan bagian tenggara terdapat pegunungan yang merupakan bagian dari Gunung Slamet.
Dengan iklim tropis, curah hujan rata-rata 18,94 mm per bulan. Kondisi itu menjadikan kawasan tesebut sangat potensial untuk pengembangan produk pertanian seperti tanaman padi, hortikultura, perkebunan, perikanan, peternakan dan sebagainya.
Utara Laut Jawa Selatan Kabupaten Cilacap, Kabupaten Banyumas Barat Kabupaten Cirebon, Kabupaten Kuningan (Jawa Barat) Timur Kabupaten Tegal, Kota Tegal

Karakteristik Wilayah Pantai
Pantai - pantai di Kabupaten Brebes merupakan tempat bermuaranya sungai besar dan kecil, yang menyebabkan daerah pantainya makin bertambah ke arah laut (prograding).Pantai di Brebes dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis pantai, yaitu: pantai delta ( Delta Losari dan Pemali), pantai teluk ( Teluk Bangsri ) dan pantai lurus ( Randusanga ). Berdasarkan tingkat perkembangan atau penambahan daerah pantainya, pantai delta mengalami perubahan paling dinamis, diikuti oleh pantai teluk kemudian oleh pantai lurus.
Pembagian zonasi pantai terdiri dari bagian barat mulai dari Losari ( Prapag Kidul dan Prapag Lor ), Teluk Bangsri sampai dengan sekitar muara sungai Nippon (Desa Sawojajar dan Kaliwlingi) baik untuk pengembangan konservasi tanaman bakau ( mangrove ) yang dapat berfungsi untuk pemulihan daya dukung lingkungan, sedangkan wilayah pantai bagian timur mulai sebelah timur sungai kamal sampai dengan Pantai Randusanga Kulon sangat baik untuk dikembangkan menjadi Kawasan Pelabuhan Antarpulau maupun Kawasan Pariwisata Pantai.
Perairan daerah pantai bagian barat relatif dangkal, untuk mencapai kedalaman laut 5 meter berjarak lebih kurang 2.25 km dari garis pantai, sedang di perairan bagian timur, kedalaman laut 5 meter, berjarak lebih kurang 1,4 km. Makin kearah lepas pantai kedalaman laut berubah secara gradual ( morfologi dasar lautnya landai ) dengan pola garis kontur tidak lagi mengikuti bentuk garis pantainya.
Wilayah pesisir pantai Kabupaten Brebes yang mempunyai panjang pantai ± 72,93 KM yang meliputi 14 desa di 5 kecamatan memiliki potensi yang tak ternilai bagi masyarakat. Perairan pantai tidak saja menjadi sumber pangan yang produktif, tetapi juga sebagai gudang mineral, alur pelayaran, tempat rekreasi dan juga sebagai tangki pencerna bahan buangan hasil kegiatan manusia. Besarnya sumber alam yang terkandung di dalamnya, hayati maupun non hayati serta aneka kegunaan yang bersifat ganda merupakan bukti yang tidak dapat disangkal, bahkan menjadi tumpuan harapan manusia dalam usahanya memenuhi kebutuhan pangan yang terus meningkat di masa mendatang.
Nama-nama sungai
Sebagai daerah yang mempunyai wilayah cukup luas yang terdiri dari pegunungan dan wilayah pantai, terdapat sungai-sungai yang mempunyai arus cukup deras terutama saat musim hujan. Aliran sungai yang melintas pada umumnya membentang dari arah dataran tinggi di wilayah selatan (daerah hulu), ke dataran rendah di wilayah utara ( daerah hilir ) menuju ke Laut Jawa yaitu :
1.    Sungai Kaligangsa
2.    Sungai Pemali
3.    Sungai Balaikambang
4.    Sungai Luwungmalang
5.    Sungai Bangsri
6.    Sungai Pakijangan
7.    Sungai Kluwut
8.    Sungai Babakan
9.    Sungai Buntiris
10.    Sungai Kebuyutan
11.    Sungai Sinung
Pemerintahan
Satuan Kerja Perangkat Daerah
•    Sekretariat Daerah
•    Sekretariat DPRD
•    Badan Perencana Pembangunan Daerah
•    Inspektorat Daerah
•    Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah
•    Badan Kepegawaian Daerah
•    Dinas Pendidikan
•    Dinas Perindustrian dan Perdagangan
•    Dinas Perikanan dan Kelautan
•    Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura
•    Dinas Peternakan
•    Dinas Kehutanan dan Perkebunan
•    Dinas Pariwisata, Kebudayaan,Pemuda dan Olah Raga
•    Dinas Perhubungan
•    Dinas Kesehatan
•    Dinas Sosial
•    Dinas Kependudukan, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi
•    Kantor Pengolahan Data dan Kearsipan
•    Kantor Informasi dan Kehumasan
•    Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat
•    Kantor Pemberdayaan Masyarakat Desa
•    Dinas Koperasi dan UKM
Bupati yang Pernah Menjabat
•    1. Arya Suralaya 1678 - 1683
•    2. Pusponegoro I
•    3. Pusponegoro II 1683 - 1809
•    4. Pusponegoro III
•    5. Singasari Panatayuda I 1809 - 1836
•    6. Singasari Panatayuda II 1836 - 1856
•    7. Singasari Panatayuda III
•    8. Cakra Atmaja 1876 - 1880
•    9. Cakranegara I 1880 - 1885
•    10. Sumitra (Cakranegara II) 1885 -
•    11. Martana 1907 - 1929
•    12. Sajikun 1929 (8 Bulan)
•    13. Ariya Purnama Hadiningrat 1920-1929
•    14. Sutirta Pringga Haditirta 1936 - 1942
•    15. Sunarya 1942 - 1945
•    16. Sarimin Reksadiharja 1946
•    17. Syatori 1946 - 1947
•    18. Awal 1947
•    19. Agus Miftah 1947 - 1948
•    20. Sumarna 1948 - 1950
•    21. Mas Slamet 1950 - 1956
•    22. Mardjaban 1956 - 1966
•    23. Sartono Gondosoewandito, SH 1967 - 1979
•    24. Syafrul Supardi 1979 - 1989
•    25. Hardono 1989 - 1994
•    26. Syamsudin Sagiman 1994 - 1999
•    27. Moh. Tadjudin Nuraly 1999 - 2001
•    28. Tri Harjono (PLTH) 2001 - 2002
•    29. Indra Kusuma 2002 - s.d. Agustus 2010
•    30. Agung Widiyantoro 10 Mei 2011 s.d. sekarang

Pembagian Wilayah Administratif
Secara administratif Kabupaten Brebes terbagi dalam 17 kecamatan, yang terdiri atas 292 desa dan 5 kelurahan.
Dalam Pola Perwilayahan Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Brebes termasuk Wilayah Pembangunan II dengan pusat di Tegal. Kabupaten Brebes sendiri dalam perwilayahan pembangunan dibagi menjadi 3 Sub Wilayah Pembangunan (SWP) yaitu:
1.    SWP Ia, dengan pusat di Brebes, meliputi Kecamatan Brebes, Wanasari, Jatibarang dan Songgom. Sektor yang dapat dikembangkan adalah pertanian, khususnya sub sektor perikanan, sector perdagangan/ jasa dan sektor pemerintahan.
2.    SWP Ib, dengan pusat di Tanjung, meliputi Kecamatan Tanjung, Losari dan Bulakamba. Sektor yang dapat dikembangkan adalah sector perdagangan dan pertanian.
3.    SWP II, dengan pusat di Ketanggungan meliputi Kecamatan Ketanggungan, Banjarharjo, Larangan dan Kersana. Sektor yang dapat dikembangkan di wilayah ini adalah sektor pertanian khususnya sub sektor tanaman pangan antara lain meliputi sayur mayur, bawang merah dan lombok serta sektor pemerintahan.
4.    SWP III, dengan pusat di Bumiayu meliputi Kecamatan Bumiayu, Tonjong, Sirampog, Paguyangan, Bantarkawung dan Salem. Sektor yang dikembangkan adalah sektor pertanian, industri kecil, pariwisata dan perdagangan.
Kecamatan-kecamatan yang terdapat di Kabupaten Brebes, yaitu:
1.    Banjarharjo
2.    Bantarkawung
3.    Brebes
4.    Bulakamba
5.    Bumiayu
6.    Jatibarang
7.    Kersana
8.    Ketanggungan
9.    Larangan
Transportasi
Ibukota kabupaten Brebes terletak sekitar 177 km sebelah barat Kota Semarang, atau 330 km sebelah timur Jakarta. Kabupaten ini dilalui jalur pantura, dan menjadi pintu masuk utama Jawa Tengah di sisi barat dari arah Jakarta/Cirebon, sehingga Brebes memiliki posisi yang cukup strategis. Selain itu, juga terdapat jalan provinsi sebagai jalur alternatif menuju ke kota-kota di Jawa Tengah bagian selatan seperti Purwokerto, Kebumen, dan Yogyakarta.
Terdapat pula Jalan Tol yang menguhubungkan propinsi Jawa Barat dengan Jawa Tengah yaitu ruas jalan tol Kanci - Pejagan sepanjang 35 KM yang 12 KM di antaranya melintasi wilayah Kabupaten Brebes yang pintu gerbangnya terdapat di desa Tegongan.Dengan adanya jalan tol ini, lalu-lintas semakin lancar terutama untuk yang menuju arah Purwokerto/Yogyakarta apalagi saat musim mudik lebaran.
Ada dua jalur rel kereta api dari arah Jakarta/Cirebon, yakni jalur menuju timur (Semarang) dan jalur menuju selatan (Purwokerto). Stasiun kereta api utama adalah Stasiun Brebes, di samping stasiun lainnya seperti: Tanjung, Kersana, Ketanggungan, Larangan, Bumiayu, dll.
Perekonomia
 Pertanian dan perkebunan
Bawang merah bagi Kabupaten Brebes merupakan trade mark mengingat posisinya sebagai penghasil terbesar komoditi tersebut di tataran nasional. Pusat bawang merah tersebar di 11 kecamatan (dari 17 kecamatan) dengan luas panen per tahun 20.000 - 25.000 hektar. sentra bawang merah tersebar di Kecamatan Brebes, Wanasari, Bulakamba, Tonjong, Losari, Kersana, Ketanggungan, Larangan, Songgom, Jatibarang, dan sebagian Banjarharjo.
Sektor pertanian merupakan sektor yang dominan di Brebes. Dari sekitar 1,7 juta penduduk Brebes, sekitar 70 persen bekerja pada sektor pertanian. Sektor ini menyumbang 53 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Brebes, yang 50 persen dari pertanian bawang merah. Budidaya bawang merah diperkirakan mulai berkembang di Brebes sekitar tahun 1950, diperkenalkan warga keturunan Tionghoa yang tinggal di Brebes. Hingga kini budidaya bawang merah menjadi napas kehidupan masyarakat.
Berbagai varietas bawang unggulan juga dihasilkan dari Brebes, antara lain varietas Bima Brebes yang berwarna merah menyala, rasa lebih pedas, dan lebih keras dibandingkan bawang dari luar daerah atau luar negeri. Saat ini, sekitar 23 persen pasokan bawang merah nasional berasal dari Brebes. Sementara untuk wilayah Jawa Tengah, Brebes memasok sekitar 75 persen kebutuhan bawang merah.
Di sektor pertanian sebagai sektor dominan, Kabupaten Brebes tidak hanya menghasilkan bawang merah, namun terdapat komoditas lain. Berbagai komoditas lain yang memiliki potensi sangat besar untuk dikembangkan bagi para investor baik yang berasal dari dalam maupun dari luar Kabupaten Brebes antara lain: kentang granula, cabe merah dan pisang raja, bawang daun dan kubis. Tanaman perkebunan yang berkembang antara lain : nilam, tebu, teh, cengkeh, kapas, kapulaga, mlinjo dan kopi jenis robusta. Produk buah - buahan yang cukup signifikan antara lain ; mangga, semangka dan rambutan.
•    Peternakan
Di luar sektor pertanian dan perkebunan, Kabupaten Brebes juga mempunyai potensi hijauan makanan ternak yang melimpah dan tersebar hampir di setiap kecamatan. Kondisi itu menjadikan kabupaten ini berkembang berbagai usaha peternakan baik jenis ternak besar maupun kecil antara lain; ternak sapi (jenis lokal sapi jabres), kerbau, domba, kelinci rex, ayam petelur, ayam kampung, ayam potong dan itik. Telur hasil ternak itik diolah oleh masyarakat setempat menjadi produk telur asin yang popularitas atas kualitasnya sangat dikenal dan tidak diragukan. Banyak yang menyebut Brebes adalah Kota Telur Asin.
•    Kehutanan
Di sektor kehutanan yang tersebar diwilayah bagian selatan, komoditas yang menjadi unggulan yaitu jati, pinus, mahoni dan sonokeling yang produksinya cukup mengalami peningkatan.
•    Pertambangan dan bahan galian
Kabupaten Brebes memiliki beberapa potensi sumber daya mineral yang potensial untuk dieksploitasi, meliputi batu kapur, trass, batu splite , dan batu bata, serta potensi sumber minyak bumi dan panas bumi.
•    Cadangan batu bara muda
Di wilayah Kabupaten Brebes bagian selatan, ditemukan potensi cadangan batu bara muda di desa Bentarsari sebanyak 24,24 juta ton dengan kandungan minyak mencapai 5,30 liter per ton berdasarkan temuan Kementerian ESDM di tahun 2008. Kandungan batu bara muda ini baru dapat dimanfaatkan sekitara 50 sampai 100 tahun ke depan karena menunggu proses pelapukan dan pengkristalan
•    Perikanan
Sebagai salah satu daerah yang terletak dalam wilayah pantai utara Pulau Jawa, Kabupaten Brebes mempunyai 5 wilayah kecamatan yang cocok untuk mengembangkan produksi perikanan yakni Brebes, Wanasari, Bulakamba, Tanjung dan Losari. Hasil produksi perikanan yang menonjol meliputi; bandeng, udang windu, kepiting, rajungan, teri nasi, mujair dan berbagai jenis ikan laut yang lain. Hasil produk perikanan ini oleh masyarakat setempat telah dikembangkan usaha pembuatan Bandeng Presto Duri Lunak dan Terasi.
•    Industri
Sektor industri merupakan salah satu sektor penting dalam membantu laju perekonomian, oleh sebab itu keberadaan industri sebagai salah satu pilar perekonomian di Kabupaten Brebes telah memberi pengaruh dalam perekonomian daerah, meskipun secara demografi mata pencaharian sebagaian besar penduduk adalah sebagai petani.Kegiatan Industri di Kabupaten Brebes dibagi menjadi beberapa kelompok dan cabang yaitu kelompok industri formal cabang agro, kelompok indutri formal cabang tekstil dan kelompok indutri formal cabang logam, mesin dan elektronik.Industri yang ada di Kabupaten Brebes meliputi industri besar, industri sedang, industri kecil dan industri rumah tangga.
Kelompok industri besar merupakan industri formal agro (pabrik teh, pabrik jamur, pabrik gula dan gondorukem).Kelompok industri kecil yang ada di Kabupaten Brebes meliputi industri kecil formal dan non formal. Kelompok industri kecil formal terdiri dari cabang industri agro; elektronika dan aneka; mesin, logam, dan perekayasaan. Sedangkan kelompok industri non formal meliputi industri kimia, agro dan hasil hutan serta elektronika dan aneka.
Kelompok industri kecil yang ada di Kabupaten Brebes meliputi industri kecil formal dan non formal. Kelompok industri kecil formal terdiri dari cabang industri agro; elektronika dan aneka; mesin, logam, dan perekayasaan. Sedangkan kelompok industri non formal meliputi industri kimia, agro dan hasil hutan serta elektronika dan aneka.
Sektor industri yang potensial untuk dikembangkan adalah industri garam iodium diwilayah Kecamtan Wanasari dan Bulakamba, Industri garam curah dengan sentra produksi di wilayah kecamatan Losari, Tanjung, Wanasari dan Brebes, dan industri pengolahan bawang merah
Sarana kesehatan
Disamping adanya pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) yang tersebar di seluruh ibukota kecamatan dan di beberapa desa, terdapat pula rumah sakit - rumah sakit baik yang dikelola pemerintah maupun swasta yaitu :
•    RSUD Brebes, Jl. Jend. Sudirman No. 80
•    RSU Bumiayu, Jl. Rumah Sakit Bumiayu
•    RSI Siti Asiyah. Jl Raya Bumiayu
•    RSU Muhammadiyah.Jl Raya Bumiayu
•    RS Bhakti Asih, Jl. P. Diponegoro No 125 Pesantunan
•    RS Dedy Jaya, Jl A. Yani kota Brebes
•    RSIA Mutiara Bunda, Jl. Raya Tanjung
•    RS Dera As-Syifa An-Nahdliyah , Jl. Merdeka No. 191 Banjarharjo
Sarana pendidikan
Selain telah meratanya sarana pendidikan dari jenjang Sekolah Dasar sampai pendidikan menengah, terdapat pula beberapa pendidikan tinggi yaitu :
•    Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Widya Manggalia, Jl Jend.Sudirman No. 165-167 Brebes
•    Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Brebes, Jl. Yos Sudarso No.36 Brebes
•    Akademi Kebidanan (Akbid) YPBHK Brebes , Desa Janegara Jatibarang
•    Akademi Keperawatan Al-Hikmah Brebes , Ponpes Al-Hikmah 2, Benda Sirampog
•    Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Islam Bumiayu, berdiri tahun 2009
•    Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Islam Bumiayu, berdiri tahun 2011
Catatan : - Kedepan di Bumiayu akan berdiri Universitas yang merupakan gabungan dari Sekolah Tinggi yang ada, diharapkan sebelum tahun 2015 sudah terjadi merger (penggabungan) beberapa sekolah tinggi yang sudah berdiri. Pembangunan gedung untuk STKIP Islam Bumiayu dan STIE Islam Bumiayu dimulai sejak tanggal 18 April 2011, diperkirakan pada akhir September 2011 gedung tsb (3 lantai) sudah bisa digunakan.
Pariwisata
•    Waduk Malahayu
•    Waduk Penjalin
•    Mata Air Sungai Pemali
•    Pantai Randusanga
•    Pemandian Air Panas Cipanas Bantarkawung
•    Pemandian Air Panas Cipanas Kedungoleng
•    Cagar Alam Telaga Ranjeng
•    Mata Air Cibentar, Bentarsari, Salem
•    Air Terjun Waru Doyong
•    Mata Air Dua Suhu
•    Ciblon Waterboom Brebes
•    Agrowisata Kaligua
•    Agrowisata Sepoor Teboe PG Jatibarang
•    Kebun Durian Antap Sari di desa Rajawetan , Tonjong
Bangunan dan Tempat Bersejarah
Kebanyakan tempat yang bersejarah yang berbentuk arsitekur bangunannya merupakan peninggalan masa penjajahan Belanda
•    Kompleks Pendopo Kabupaten Brebes
•    Kompleks Perumahan dan Bekas Bangunan Pabrik Gula di Kersana, Brebes
•    Kompleks Perumahan dan Bekas Bangunan Pabrik Gula di Banjaratma
•    Kompleks Pabrik Gula Jatibarang yang merupakan satu-satunya pabrik gula peninggalan penjajahan Belanda yang masih beroperasi di daerah ini.
•    Masjid Agung Brebes
•    Masjid Al Kurdi didesa Karangmalang yang dibangun tahun 1917
•    Jembatan KA Saka Limabelas di Bumiayu, Brebes
•    Beberapa Gedung Pegadaian di Bumiayu, Brebes, Ketanggungan, Brebes dan Tanjung, Brebes
Wisata Kuliner dan Makanan Khas
•    Telur asin asli khas Brebes yang banyak di jual di kios-kios sebelah barat jembatan Kali Pemali
•    Sate kambing muda khas Brebes dengan bumbu kecap, bawang dan cabe rawit, yang tersebar disejumlah tempat seperti di pertigaan Tanjung, Kota Brebes, Ketanggungan dan Jatibarang dan tempat lainnya.
•    Rujak Belut Mak Ribut di desa Cigedong
•    Kupat Blengong dan Sate Blengong, merupakan sate yang terbuat dari daging blengong (sejenis itik) yang biasanya dimakan dengan ketupat, banyak terdapat di warung sekitar alun-alun kota Brebes
•    Pusat penjualan telur asin asli Brebes dan oleh - oleh khas Brebes lainnya di sepanjang Jl. Jend. Sudirman Ketanggungan
•    Bandeng Presto Duri Lunak khas Brebes yang banyak diproduksi oleh warga di sekitar Limbangan kota Brebes
•    Nasi lengko, menu sarapan pagi yang terdiri dari nasi, Ketimun, tahu, tauge, emping, sambal kacang dan kecap.
•    Tape ketan daun jambu, terbuat dari beras ketan (biasanya berwarna hijau) dan dikemas dengan menggunakan daun jambu, sehingga menambah aroma dan rasa.
•    Teh Poci Wasgitel, yaitu minuman teh yang wangi, sepet, legi dan kentel, merupakan minuman khas Kabupaten Brebes dan Tegal yang penyajiannya menggunakan poci dan cangkir yang terbuat dari tanah liat. Dihidangkan dalam keadaan panas dengan pemanis berupa gula batu.
•    Kerupuk rambak yang diprodukis di wilayah Bumiayu, Brebes yang terbuat dari kulit kerbau.
•    Kerupuk rambak (terbuat dari kulit lembur), di daerah Bumiayu
Seni dan Budaya
Kesenian daerah yang berkembang antara lain :
•    Seni Burok / Burokan
•    Sintren
•    Dogdog Kaliwon
•    Kuntulan
•    Calung yang berkembang di sekitar kecamatan Bantarkawung
•    Barongan
•    Wayang Golek
•    Tari Topeng Brebes
•    Tari Topeng Sinok
•    Reog Banjarharjo
Rupa-rupa
•    Batik Salem
•    Kerajinan keramik hias di desa Malahayu yang memiliki bentuk artistik sehingga tidak kalah dengan keramik hias asal Cina
•    Kerajinan sanggul asal Kelurahan Limbangan Wetan
•    Kerajinan Rebana asal desa Kaliwadas yang telah banyak dipasarkan ke dalam negeri maupun tujuan ekspor ke luar negeri
•    Industri kecil / rakyat pembuatan tambang untuk kapal di Kubangwungu

Tokoh terkenal
Berikut beberapa tokoh baik yang berskala nasional maupun daerah yang dilahirkan di Kabupaten Brebes
•    Aminah Jamali, dermawan dalam bidang sosial dan pendidikan, dari Bumiayu
•    Soekmono, seorang arkeolog pemimpin proyek pemugaran Candi Borobudur
•    Besar Mertokusumo, advokat pertama Indonesia dan anggota BPUPKI
•    Yahya Muhaimin, guru besar hubungan internasional di UGM, Mendiknas RI masa Presiden Abdurrahman Wahid, dari Bumiayu
•    Chaizi Nasucha, Pejabat di Departemen Keuangan, dari Bumiayu
•    Masruri Mughni, Rois Syuriah PWNU Jawa Tengah
•    Taufiqurrohman Syahuri, ahli Ilmu Tata Negara dan anggota Komisi Yudisial
•    Saurip Kadi, Mantan Aster KSAD
•    Bunasor Sanim, Guru Besar Emeritus IPB dan Komisaris Utama [[BRI]
•    Khusnul Yakin, pemain sepak bola profesional Liga Indonesia
•    Wawan Hardiawan, pemain sepak bola (penjaga gawang) profesioanal Liga Indonesia
•    Chunaeni Latief, profesor riset bidang opto elektronika dan aplikasi laser (Peneliti LAPAN)
•    Darsono Wisadirana, gurus besar ilmu sosiologi Universitas Brawijaya Malang
•    Bambang Hudiono. guru besar Ilmu Pendidikan Matematika Universitas Tanjungpura
•    Rustopo, guru besar jurusan karawitan ISI Surakarta
•    Juri Ardiantoro, Ketua KPU DKI Jakarta
•    Urip Santoso, guru besar peternakan Universitas Bengkulu
•    Hermawan Aksan, sastrawan, penulis nasional, wartawan BOLA, redaktur harian Tribun Bandung Jawa Barat, asal desa Jipang Bantarkawung
•    Cholik Syahmari, pelawak era 80 -an
•    Muzzayyin Mahbub, Sekretaris Jenderal Komisi Yudisial
•    Subhan Makmun, pengasuh pondok pesantren Assalafiyah Desa Luwungragi
•    Nasrudin, pengasuh pondok pesantren Al-Falah Jatirokeh dan anggota DPR periode 2009 - 2014 dari Fraksi Golkar
•    Bambang Purwantara, guru besar IPB, Direktur SEAMEO - BIOTROP.
•    Sugiarto S Citroatmojo, pakar Occupational Health Safety & Environmental (HSE), Industri Minyak dan Gas Bumi.
•    Projo Nurzaman, mantan Sekretaris Jenderal Departemen Dalam Negeri.
•    Fatchudin, mantan direktur BRI dan mantan rektor STIE PERBANAS, ahli perbankan.
•    Nur Hasyim, peneliti ahli mineral dan energi, LEMIGAS.
•    H.U. Hatta Djati Permana, mantan Bupati Bandung 2 Periode (1990-2000)
Legenda dan Cerita Rakyat
Berikut ini beberapa legenda dan cerita rakyat Brebes sebagai berikut :
•    Babad Brebes
•    Jaka Poleng
Ormas, Perkumpulan / Asosiasi dan Sejenisnya
•    Persatuan Sepak Bola Brebes (Persab)
•    Asosiasi Bawang Merah Indonesia
•    Himpunan Intelektual Muda Peduli Brebes ( HIMPB )
•    Keluarga Pelajar Mahasiswa Daerah Brebes (KPMDB)
•    Keluarga Mahasiswa STAN Daerah Brebes (KMSDB)
•    Majelis Silaturahmi Warga Brebes (Masigab}
•    Kelompok Tani Ternak Itik (KTTI) Maju Jaya Limbangan Wetan
•    Kelompok Tani Ternak Itik (KTTI) Sumber Pangan Gandasuli
•    Kelompok ternak sapi Napak Tilas Desa Wlahar
•    Kelompok ternak sapi Cikoneng Sejahtera Desa Malahayu
•    Kelompok Tani Ternak Itik (KTTI) Adem Ayem desa Pakijangan
•    Koperasi Petani Tebu Rakyat (KPTR) Jati Lestari Jatibarang
•    Sanggar Kesenian Langgeng Budaya Purwa, Kecamatan Losari
•    Komunitas Masyarakat Brebes (KOMBES)
Alamat instansi
•  Kantor Bupati, Jl. P. Diponegoro No. 141 Brebes
•  Pendapa / rumah dinas Bupati Brebes, Kompleks Alun-alun Brebes
•  Gedung DPRD, Jl. Gajah Mada, Brebes
•  Markas Kodim0713 Brebes, Jl. Jend. Sudirman
•  Polres Brebes, Jl Jend. Sudriman No. 74 Brebes
•  Kejaksaan Negeri Brebes, Jl. Gajah Mada No. 66 Brebes
•  Pengadilan Negeri Brebes, Jl. A. Yani No. 89 Brebes
•  Badan Pusat Statistik (BPS) Brebes, Jl. MT. Haryono No. 74 Brebes
•  Badan Pertanahan Nasional/BPN Brebes, Jl. Yos Sudarso No. 3 Brebes
•  Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Bumiayi, Jl. Yos Sudarso No. 8 Brebes
•  Badan Perencanaan Pembangunan Daerah / Bappeda, Jl. Jend. Sudirman No. 159 Brebes
•  Dinas Pekerjaan Umum, Jl. Jend. Sudirman No. 159 Brebes
•  Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Jl. Jend. Sudirman No. 187 Brebes
•  Dinas Kesehatan, Jl. Dr. Wahidin No. 2 Brebes
•  Dinas Kelautan dan Perikanan, Jl. Yos Sudarso No. 8 Brebes
•  Dinas Peternakan, Jl. Jend. Sudirman No. 163 Brebes

referenai :

Sabtu, 11 Februari 2012

Pengaruh Keturunan dan Lingkungan

Pengaruh Keturunan dan Lingkungan
Para pakar psikolog kotemporer banyak mengadakan penelitian yang bertujuan menentukan pengaruh keturunan dan lingkungan terhadap perbedaan individu. Beberapa penelitian ini berusaha membuktikan pentingnya lingkungan. Namun kesimpulan final yang dicapai oleh para pakar psikologi dari semua hasil penelitian dibidang ini adalah faktor lingkungan dan keturunan berinteraksi bersama dalam menimbulkan perbedaan individu, dan sulit memisahkan pengaruh keduanya secara total. Secara besar ciri-ciri fisik seseorang amat dekat dengan pengaruh keturunan. Sedangkan secara emosional, lebih merupakan pengaruh dari faktor lingkungan dan kemampuan belajar si individu.
Rasulullah SAW juga mengisyaratkan pengaruh keturunan terhadap prilaku manusia dalam sabdanya: “Pilih-pilihlah untuk nuthfah kalian. Nikahilah orang-orang yang sekufu’ (seimbang) dan kawinilah mereka. “(HR Ibnu Majah). Di dalam hadis ini terdapat pelajaran bagi seorang calon suami dalam dalam memilih calon istri dari keturunan yang baik agar nantinya melahirkan keturunan yang baik pula, karena disinilah sebagian besar pembentukan kepribadian terjadi. Memprihatikan faktor lingkungan sosial dan budaya dimana ia hidup, adat kebiasaan, nilai dan prilaku orang tua, cara mereka mendidik, lingkungan teman dan sekolah, sarana informasi yang bermacam-macam, dan dari kejadian dan pengalaman yang dilewatinya dalam kehidupan sehari-hari adalah penting bagi perkembangan karakter dan kepribadian anak.

Pengaruh Keturunan dan Lingkungan

Pengaruh Keturunan dan Lingkungan
Para pakar psikolog kotemporer banyak mengadakan penelitian yang bertujuan menentukan pengaruh keturunan dan lingkungan terhadap perbedaan individu. Beberapa penelitian ini berusaha membuktikan pentingnya lingkungan. Namun kesimpulan final yang dicapai oleh para pakar psikologi dari semua hasil penelitian dibidang ini adalah faktor lingkungan dan keturunan berinteraksi bersama dalam menimbulkan perbedaan individu, dan sulit memisahkan pengaruh keduanya secara total. Secara besar ciri-ciri fisik seseorang amat dekat dengan pengaruh keturunan. Sedangkan secara emosional, lebih merupakan pengaruh dari faktor lingkungan dan kemampuan belajar si individu.
 Rasulullah SAW juga mengisyaratkan pengaruh keturunan terhadap prilaku manusia dalam sabdanya: “Pilih-pilihlah untuk nuthfah kalian. Nikahilah orang-orang yang sekufu’ (seimbang) dan kawinilah mereka. “(HR Ibnu Majah). Di dalam hadis ini terdapat pelajaran bagi seorang calon suami dalam dalam memilih calon istri dari keturunan yang baik agar nantinya melahirkan keturunan yang baik pula, karena disinilah sebagian besar pembentukan kepribadian terjadi. Memprihatikan faktor lingkungan sosial dan budaya dimana ia hidup, adat kebiasaan, nilai dan prilaku orang tua, cara mereka mendidik, lingkungan teman dan sekolah, sarana informasi yang bermacam-macam, dan dari kejadian dan pengalaman yang dilewatinya dalam kehidupan sehari-hari adalah penting bagi perkembangan karakter dan kepribadian anak.

Rahasia Musik Klasik

Rahasia Musik Klasik

Musik adalah suatu hal yang sangat dekat dengan manusia. Diantara kita banyak yang menyukai musik karena musik dapat merefleksikan perasaan dan membuat kita menjadi senang, tentram dan nyaman. Kondisi tersebut tidak hanya menjadikan kita menyukainya, namun sampai menjadikannya sebagian besar dari kehidupan kita.
Untuk menyeimbanngkan kecenderungan masyarakat terhadap otak kiri, perlu dimasukan musik dan estetika dan dalam pengalaman belajar kita, dan memberikan umpan balik positif bagi kita. Semua itu menimbulkan emosi positif, yang membuat otak kita lebih efektif. Emosi yang lebih positif mendorong kearah kekuatan otak, yang berujung pada keberhasilan. Sehingga kita memperoleh kehormatan diri yang lebih tinggi, yang membuat emosi kitapun menjadi lebih positif
Dalam belajar misalnya kita dapat berpikir sambil mendengarkan musik yang kita sukai. Dengan ungkapan lain, mendengarkan musik yang kita sukai membuat kita terasa senang dan rilek sehingga meranngsang fungsi belahan otak kanan, yang sangat membantu dalam proses belajar yang menggunakan belahan otak kiri.
Telah diketahui beberapa penelitian bahwa musik dapat menyeimbangkan fungsi otak kanan dan kiri. Sebenarnya tidak hanya mendengarkan musik yang membuat keseimbangan otak, memmainkannya pun mempunyai manfaat yang sama.
Jong Ren Young, Pimpinan International Brain Academy (IBA) Indonesia berkomentar bahwa memainkan musik klasik dapat menyeimbangkan fungsi otak kiri dan kanan. Jadi anak yang terbiasa mendengarkan atau memainkan musik akan lebih cerdas secara intelektual dan emosional. Dengan demikian tidaklah berlebihan bila musik dianggap sebagai pendidikan humanis. Siswa yang terbiasa mendapatkan pendidikan musik akan tumbuh menjadi orang yang berpikir logis, cerdas, kreatif, mampu mengambil keputusan, serta mempunyai empati.
Selain itu musik juga dapat membantu mengembangkan kemampuan anak dalam mengkonstruksi objek dua dan tiga dimensi, musik juga bias meningkatkan kreatifitas anak.
Musik juga dapat meluluhkan kekerasan. Anak yang nakal biasanya akan menjadi jinak setelah diajari menyanyi. Musik juga bias merangsang pikiran memperbaiki konsentrasi dan ingatan, meningkatkan aspek kognitif, serta membangun kecerdasan emosional.
Musik juga dapat menyehatkan jiwa, sebagai pendekatan belajar, dan mengajarkan sopan santun, sehingga seorang anak mampu menyalurkan emosinya secara positif untuk mencegah terjadinya tindak kekerasan. Dengan begitu niscaya kualitas sumberdaya manusia Indonesia dapat ditingkatkan.
Di Amerika siswa-siswa SD mendapatkan pelajaran musik selama 80 menit setiap minggu, mereka sudah dapat membuat koor dengan arasemen-arasemen sulit dan memainkan beberapa instrument. Di SMP pelajaran musik diperdalem sesuai dengan minat masing-masing siswa. Pendidikan musik di SMA pun diterapkan untuk menyusun program-program musik
Tidak semua jenis musik dapat menyeimbangkan otak anak anda. Musik klasik lah yang mempunyai manfaat demikian, lalu apa yang dimaksud musik klasik? Musik klasik merupak istilah luas yang biasanya mengacu pada musik yang dibuat atau berakar dari tradisi kesenian barat. Musik kristiani, dan musik orkestra, yang mencakup priode dari sekiitar abad ke-9 hingga abad ke-21
Karakteristik musik pada era klasik adalah homophonic yang melodinya diatas iringan chord, saat itu banyak musik yang sangat indah dalam bentuk, proposi, keseimbangan, moderasi, dan kontrolnya. Musik pada era ini dikenal sangat indah dan elegan dengan ekspresi dan struktur musik yang dikerjakan secara sangat sempurna.


Selasa, 07 Februari 2012

Menyeimbangkan Otak Kanan dan Kiri


Menyeimbangkan Otak Kanan dan  Kiri
Menyeimbangkan otak kanan dan kiri sangatlah penting untuk mencetak anak yang berkualitas dan jenius. Jika anak anda berjenis kelamin perempuan maka anda harus mengetahui bahwa pada umumnya otak sebelah kanan yang digunakan. Biasanya otak kiri lebih banyak difungsikan oleh anak laki-laki.
Sering kali anda menggunakan organ tubuh sebelah kanan atau kiri saja. Penggunaan organ tubuh sebelah kanan dalam waktu yang lama dapat menyebabkan otak kiri terbebani. Karena sistem kerja otak dan tubuh anda menyilang.
Kondisi yang seperti itu menyebabkan otak kanan dan kiri menjadi timpang atau tidak seimbang. Kedua belahan otak kanan dan kiri sangatlah penting. Oleh karena itu keduanya harus dikembangkan seimbang agar fungsi-fungsi masing-masing belahan berjalan seimbang dan saling menguatkan. Jika hanya terfokus pada salah satu belahan otak maka belahan otak yang kurang berkembang akan terhambat dalam menjalankan fungsinya.
Anak akan menjadi miskin kreatifitas bila ia hanya dirangsang menggunakan otak kirinya. Sebaliknya jika fungsi otak belahan kanannya lebih dominan digunakan maka ia akan lambat akan berfikir logis, linier, dan teratur, yang juga sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Seseorang yang memanfaatkan kedua belahan otak kanan dan kirinya secara seimbang akan sangat mudah belajar karena ia mempunyai pilihan untuk menggunakan bagian otak yang digunakan dalam setiap pekerjaan yang sedang dihadapinya.
Makanya anda perlu melakukan beberapa upaya yang dapat menyeimbangkan (fungsi) belahan otak kiri dan otak kanan. Maksudnya menyeimbangkan disini tentu saja berarti membuat kedua belahan otak tersebut befungsi ketika anda melakukan sesuatu.